Pesona Tersembunyi Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang – JawaTimur

Wisata alam memang selalu memiliki daya tarik dan kelebihan tersendiri, khususnya bagi mereka para pecinta alam. Dan seperti wilayah lain di negeri ini, Jawa Timur memiliki segudang wisata alam yang memiliki pesona luar biasa. Yang salah satunya adalah destinasi wisata air terjun Tumpak Sewu.

Air terjun yang masih belum banyak tersentuh pengelolaan manusia tersebut memang masih nampak begitu asri dan indah. Wisatawan dapat menemui slogan ketika memasuki pintu masuk wisata yang bertuliskan “Serpihan Surga Itu Memang Ada”. Menggambarkan keindahan air terjun Tumpak Sewu yang memang pesonanya bagaikan di surga.

Lokasi dan Keindahan Air Terjun Tumpak Sewu

Air terjun Tumpak Sewu, atau banyak disebut orang sebagai Coban Sewu atau Grojogan Sewu, secara administratif terletak pada aliran sungai Glidih. Aliran sungai Glidih tersebut merupakan perbatasan kecamatan Ampel Gading, Malang dan kecamatan Pronojiwo, Lumajang, akan tetapi letak air terjun ini masuk pada wilayah Lumajang yaitu di desa Sidomulyo.

Seperti slogan yang dapat terlihat jelas ketika menemui pintu masuk ke dalam air terjun, mempresentasikan bagaimana keindahan air terjun tumpak sewu ini bagaikan bagian surga yang nyasar ke bumi. Beberapa orang menyebutkan bahwa air terjun ini tidak hanya bernama Tumpak Sewu, akan tetapi air terjun ini juga dikenal dengan Coban Sewu atau Grojogan Sewu.

Baca juga 10 Tempat Wisata Yang Ada Di Jawa Barat, Yang Perlu Anda Kunjungi

Jika sekilas dilihat dari bentuk dan posisinya, air terjun Tumpak Sewu nampak sangat mirip dengan air terjun Coban Pitu yang terletak di daerah Pujon, Malang. Perbedaan keduanya hanya terletak pada air yang terjun dari puncaknya. Bila air terjun Tumpak Sewu memiliki banyak mata air yang jatuh ke dasar tebing, air terjun Coban Pitu hanya memiliki sedikit aliran air yang mencapai dasar tebing. Ada beberapa pendapat bahwa nama Tumpak Sewu diberikan karena jumlah mata air terjun yang banyak tersebut.

Rute Menuju Air Terjun Tumpak Sewu

Rute pertama yang dapat ditempuh adalah melalui jalur Malang. Melalui Bululawang wisatawan menuju ke Dampit, kemudian Tirtomoyo, Pronojiwo hingga menemui perbatasan Lumajang dan Malang. Ketika sudah sampai di Lumajang maka perlu diperhatikan bahwa 100 meter sebelum tugu ada gang menurun yang berada di sisi kiri jalan. Jika membawa kendaraan pribadi lebih baik diparkir di gubuk para penambang pasir, untuk kemudian meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri sungai hingga menemui pintu masuk ke air terjun Tumpak Sewu.

Rute kedua adalah melalui Jember untuk kemudian menuju ke Rambupuji, Bangsalsari, Tanggul, Jatiroto, Sukodono dan mencapai Lumajang kota. Namun ada juga jalur alternatif yang bisa ditempuh yaitu melalui Rambupuji kemudian menuju ke Balung, Kasiyan, Gumuk Mas, Kencong, Yosowilangun, Tempeh, Pasirian, Candipuro dan akhirnya sampai di Pronojiwo.

Dikarenakan lokasinya yang masih sangat alami, para wisatawan dihimbau untuk dapat berhati-hati karena medan yang ditempuh untuk mencapai air terjun ini menuntut ekstra perhatian. Wisatawan akan menusuri anak sungai, menyebrangi air terjun kecil dan juga menuruni dan mendaki bukit untuk mencapai air terjun Tumpak Sewu. Pakaian yang dianjurkan adalah pakaian yang paling nyaman digunakan dan ringan bahannya.

Tiket Masuk

Setelah memasuki pintu masuk air terjun, wisatawan yang hendak mencari tempat parkir kendaraan akan dikenai biaya sebesar Rp. 2000. Setelah itu ada tambahan biaya lagi untuk masuk ke area foto air terjun sebesar Rp. 3000. Namun perlu diketahui bahwa kedua karcis tersebut bukan karcis untuk masuk ke dalam wisata ini, untuk mendapat karcis masuk para wisatawan dikenai biaya sebesar Rp. 3000. Cukup murah meriah bukan?

Comments

  • ASIK PEDIA Balas

    pesona alam yang masih tersembunyi dengan air terjun yang lebih dari satu,,tentunya hal ini akan banyak menarik hati para wisatawan,,,,kalau tahun baru pasti rame yach mas..?

    19/01/2017 at 12:06 am

Tinggalkan Balasan