Review Spesifikasi Harga Mobil Mazda CX-3 Terbaru

Selain menampilkan Mazda CX-9 AWD, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku pemegang merek Mazda Indonesia juga melakukan penyegaran pada Mazda CX-3. Ini adalah kedua kalinya model diperbarui sejak revisi terakhir pada 2018. Kapanpun, langkah ini untuk mengembalikan minat konsumen. Apalagi dalam kasus belakangan ini, keadaan ini kurang mendukung akibat merebaknya virus corona. Mazda masih optimistis menampilkan produk baru. Menariknya, New CX-3 tidak hanya mengalami perubahan tampilan dan fungsi, tapi juga menambah dekorasi atau varian.

Jika dulu Mazda menyediakan CX-3 GT dan Touring, kini tersedia Sport dan Pro. Sport adalah opsi termurah, dan Pro ada di tengah, tepatnya, di atas Touring dan di bawah GT. Keduanya menggunakan varian dekorasi dasar versi sebelumnya, namun terdapat beberapa perbedaan. “Penambahan dekorasi baru ini memberikan lebih banyak pilihan bagi penggemar. Karenanya, Mazda CX-3 saat ini memiliki 4 pilihan interior, yakni tipe GT dan Touring. Managing Director PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Ricky Thio mengatakan:“ Sekarang kita punya menambahkan dekorasi baru yaitu dekorasi Pro dan Sport. Penyegaran (remake) telah meningkatkan desain dan tampilan baik dari eksterior maupun interior.

Mazda CX-3 PRO

Model PRO dibagi menjadi 3 bagian untuk penyempurnaan. Misalnya pada pelek aluminium 18 inci. Desainnya mewah, cerah dan berkilau. Kemudian dekorasi piano black untuk pilar C memberikan kesan yang lebih tinggi. Sunroof masih terpasang sehingga berbeda dengan model Sport. Interiornya dihiasi dengan jok kulit nappa berwarna merah tua. Berkat penggunaan peranti elektrik, kenyamanan pengemudi dalam postur duduk telah ditingkatkan. Fungsi lainnya adalah peredupan otomatis di cermin tengah. Pantulan gambar membuat mata lebih menyenangkan, terutama pada malam hari saat lampu depan penuh

Mazda CX-3 SPORT

Sport menggunakan roda bergaya gunmetal. Kaca spion tengah tidak memiliki peredupan otomatis, hanya manual. Begitu pula dengan penataan tempat duduk yang tidak sepraktis Pro, masih konvensional. Meski kombinasi kulit dan kain tiruan berkualitas rendah, interiornya tetap mewah. Sistem keamanannya sama, tetapi berbeda dengan Pro, minus Blind Spot Monitoring (BSM) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Jelas, masalah mesin tidak bisa dirusak. Keduanya tetap sesuai dengan jantung mekanis Skyactiv-G 2.0 liter inline 4 silinder DOHC 16 valve, dengan diameter stroke 83.5 x 91.2 mm dan rasio kompresi 13: 1. Tenaga maksimalnya mencapai 149 PS pada 6.000 rpm, dan torsi yang dihasilkan dari 2.800 rpm adalah 195 Nm. Lintasan dapur dipadukan dengan transmisi Skyactiv-Drive otomatis 6 kecepatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *